Login Member
Username:
Password :
Agenda
26 July 2014
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

MENGENGANG BERDIRINYA SMP NEGERI 2 PURWOREJO

 

  1. Tahun-tahun pertama berdirinya smp negeri 2 purwowrejo

Agar kita lebih dapat memaklumi hakikat jati diri kita, kita sangat perlu memahami latar belakang sejarah assal-usul kita dan suasana yang melingkupi kelahiirannya.

Oleh karena itu dalam bab ini akan diutarakan sejarah awal berdirinya sekolah ini sampai masa sepuluh tahun  sesudahnya.

Bangunan gedung sekolah ini mula-mula dibangun pada tahun 1917, oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan asli berdiri di atas tanah seluas 6580 meter persegi, terdiri atas : 7 ruang belajar, sebuah bangsal olah raga, serambi panjang menuju kamar kecil, dan gudang, sserta WC 4 buah. Oleh pemerintah Hindia Belanda bangunan ini digunakan untuk ELS ( Europese Lagere School) sebuah sekolah untuk anak-anak Belanda.

Pada haari ulanag tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1946, diresmikanlah sekolah ini dengan nama Sekolah Kabupaten, oleh Bupati Purworejo, Bapak Raden Moeritno Reksonegoro. Pada waktu diresmikan sekolah ini blum mempunyai : tenaga guru, tenaga Tata Usaha. Murid bahkan gedung sekolahpun belum ada.

Bpak R. Moertno Reksonegoro mengakui, bahwa meresmikan sekolah ini adalah suatu loncatan karena syarat utama yang diperlukan oleh sekolah belum diperhitungkan. Pokoknya harus berdiri suatu SMP yang dikemudian haari dapat menghasilkan putra-putri Indonesia sejati, yaitu manusia Susila yang pintar, cinta dengan tanah airnya dan mempunyai kamauan yang teguh untuk mengangkat masyarakat ketaraf hidup yang lebih tinggi.

Perintis, pendorong dan pendukung berdirinya sekolah ini adalah:

  1. Bapak R. Moeritno Reksonegoro bupati Purworejo,
  2. Bapak R, Istikno Sosroboesono, patih Purworejo,
  3. Bapak M, Koesomo Wardoyo, Kepala Jawatan Pengajaran Kabupaten Purworejo,
  4. Bapak M, Mustakim, yang berkenan menjadi kepala sekolah.

Setelah mengadakan berbagai persiapan dan pembenahan sekolah mulai dibuka tanggal 5 September 1946, dengan menerima 139 murid kelas I yang ditampung dalam 3 kelas.

Para perintis pengajarnya adalah:

  1. Bapak M, Moestakim selaku kepala sekolah
  2. Bapak Slamet,BA selaku guru
  3. Bapak Soeteng Sulasmono, selaku guru,
  4. Bapak Soemardi Wignja Prasojo, selaku guru,
  5. Bapak Sarbini Hadiwoyoto, selaku guru,
  6. Bapak Dr, soetikno, selaku guru tidak tetap.

Bagian Tata Usaha dipimpin oleh Bapak Nano Reksopranoto.

          Pada waktu itu tempat belajarnya masih menumpang di gedung sekolah Rakyat I yang sekarang di tempati SMP Negeri I Purworejo. Walaupun sarana dan prasarana belaum memenuhi dan masih sangat terbatas, para guru tidak berkurang semangatnya untuk melaksanakan tugas dengan baik dan tanggung jawab. Hal ini terus berlangsung hingga akhir tahun 1947.

  1. Masa tahun 1947 sampai dengan tahun kesepuluh

Pada tahun pelajaran 1947, sekolah ini menerima murid sebanyak 103 murid baru, Tenaga pendidiknya pun bertambah dengan hadirnya beberapa orang guru, antara lain:

  1. Bapak Slamet Promorejo dari Nganjuk
  2. Bapak Soeroso dari Kutoarjo
  3. Ibu elastria dari Purworejo

Bagian Tata Usaha bertambah satu orang, yaitu Bapak Soeratman, sedangkan bagian pesuruh hadir bapak Atmo Soediro.

          Pada tanggal 21 Juli 1947 terjadi Clash pertama, sekolah ditutup arsi dan alat- alat yang penting diungsikan. Sejak tanggal 1 September 1947, SMP atau sekolah kabupaten oleh pemerintah di jadikan SMP Negeri 2 Purworejo, dan sejak saat itu semua guru, semua staf Tata Usaha, dankaaryawannya menjadi pegawai negeri.

          Pada tanggal 1 Desember 1947, tenaga pengajarnya bertambah dengan hadirnya dua pengajar baru, mereka adalah :

  1. Bapak S. Wirjasoedojo, dari SMP Negeri 2 Purwokerto,
  2. Bapak Tirto Soekoyo, dari SMP negeri Salatiga.

Mulai tanggal 1 Februari 1948 Bapak Hirman yang semula menjabat Kepala SMP Islam pada sebuah yayasan NU, diangkat menjadi guru menggantikan Ibu Elastria yang meletakkan jabatan karena akan menikah.

          Tahun Ajaran 1947 / 1948  dapat dilalui dengan lancer tanpa adanya hambatan yang berarti, 15 guru dan 513 murid yang terbagi 13 kelas. Karena jumlah ruangan kurang mencukupi, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada pagi  dan siang haari secara bergiliran.

          Pada waktu Clash kedua, 18 Desember 1949 kota Purworejo diduduki tentara Belanda, sekolah ditutup sebagian murid ikut gerilya melawan tentara Belanda. Belajar di Pengungsian.

          Sementara itu SMP Gerilya Kutoarjo selalu menuntut agar diakui sebagai SMP Negeri, untuk itu SMP Gerilya Kutoarjo  dijadikan SMP cabang dari SMP Negeri 2 Purworejo di Kutoarjo, mulai tanggal 1 Maret 1950.

          Ujian akhir tahun (EBTA) pertama diselenggarakan tahun 1950. Semua naskah soal dari pusat, namun penyelenggaraan dan pemeriksaannya oleh sekolah masing-masing.

          Pada tahun ajaran 1950/1951 diberlakukan dua macam instruksi dari departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang berisi:

  1. Jumlah kelas di setiap SMP ditentukan oleh Kantor Inspeksi (sekarang Kantor Wilayah), jumlah nya disesuaikan dengan keadaan ruangan belajar, sehingga pada umumnyua jumlah muridnya berkurang.
  2. SMP Negeri 2 Purworejo ditunjuk untuk menyelenggarakan Kursus Guru BK ( K. G.C.B ). Kursus ini mendidik para lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMTA untuk di didik selama satu tahun. Mereka dipersiapkan untuk menjadi guru SR. Kegiatan kursus ini berlangsung sampai tahun pelajaran 1954 / 1955 dan dalam waktu singkat telah berhasil meluluskan 158 orang yang siap menjadi guru SR. Jumlah yanag besar di Indonesia waktu itu.

Sistem penyelenggaraan ujian akhir dengan koreksi silang penuh dengan sekolah dari Kabupaen lain, mualai dilaksanakan tahun 1955 dan disempurnakan lagi tahun 1956.

          Dalam dasa warsa pertama, dengan melewati banyak rintangan dan tantangan SMP Negeri 2 Purworejo telah dpat berhasil mendidik murid-muridnya sehingga yanaag telah lulus mencapai ratusan murid.

III. Periode setelah dasa warsa pertama sampai tahun emas.

          Semenjak tahun ke sebelas jalanya pembangunan SMP Negeri 2 terus mengikuti derapnya pembangunan nasional. Berkat keuletan para pemipinan sekolah yang memiliki kepemimpinan yang tanggu dan didukung oleh kerja sama yang harmonis para Guru dan Karyawan/wati serta para orang tua, dan terlebih dari usaha para pelajar sendiri. SMP Negeri 2 tetap melaju brsama derapnya pembangunan, selalu dapat menempatkan diri di posisi unggul. Hal ini nyata dari hasil lulusan yang selalu menempati kelompok du bsar dari berbagai prestasi kemasyarakatan yanag diraihnya .

Semoga tetap jaya dan untuk itu mohon doa restu.